BREAKING NEWS

Berita Terkini

Wawancara

CD Review

Thursday, February 11

Godzick Lepas Single "Rekulturasi Religi" Lewat Video Clip

Source Photo : Godzick Doc.
Produktifitas band dalam menghasilkan karya tahun ini bisa dibilang semakin "Menggila", yah bisa diprediksi band - band baru dan lama berlomba merilis sebuah karya fisik ataupun digital entah mini album atau juga album penuh. Band yang mengatas namakan dirinya sebagai Godzick asal sukabumi juga turut berpatisipasi tahun ini akan menelurkan album kedua setelah dua tahun silam menelurkan debut album bertajuk "Resurrection".

Band yang dimotori oleh Achmad Rivana (Vocal), Yahya Ramadhani Giu (Bass), Hendry (Drum), Aaf Afriansyah (Guitar), dan Ichsan (Guitar) baru saja melepaskan sebuah single berjudul "Rekulturasi Religi". Single perdana tersebut mereka kemas dalam bentuk video clip atas kerjasama godzick bersama denden sebagai producer sekaligus directur di video clip tersebut. Dalam video berdurasi 3 menit 29 detik itu, Godzick bermain lebih liar dan power yang dihasilkan juga jelas berbeda dari album pertama, selain itu dari segi visualisasi clip godzick hanya menggunakan warna hitam putih dengan effect oldpaper dan lirik lagu Rekulturasi Religi.

Rekulturasi Religi merupakan single pertama godzick untuk album kedua yang rencananya akan dirilis di tahun 2016, lagu tersebut menceritakan tentang cara pandang seseorang terhadap agama,  contoh kecil nya dahulu orang ngomong demi Allah itu sangat takut nah sekarang ngomong demi Allah di bikin hal biasa, ungkap Rivan. For your information, rivan menambahkan jika di album kedua ini godzick akan bermain lebih gila dari album pertama seperti beberapa part memasukkan unsur - unsur deathgrind seperti misery index dan secara keseluruhan materi album godzick yang baru sedang dikerjakan di Studio Biru Sukabumi. Penasaran bagaimana aransement musikalitas godzick di lagu baru, simak video clip godzick berjudul Rekulturasi Religi dibawah ini.


Monday, February 8

HELLHOUND Bermetamorfosa Dari Album Pertama

Selang hampir dua tahun tidak menelurkan album, Unit Neoclassical death metal asal kota malang HELLHOUND sedang disibukkan proses pengerjaan album kedua. Empat tahun berdiri, hellhound memiliki nilai lebih sepanjang perjalanan mereka selain dari segi manggung, juga produktivitas menghasilkan karya. Pada akhir 2014 lalu, Hellhound telah menelurkan debut album perdana bertajuk "For Whom You Pray" dibawah naungan label Brutal Infection Records dengan formasi awal Nofa (vocal), Dedi (Bass), Budi (Guitar), Andhika (Guitar) dan Irul (drum). 

Memasuki 2015 Hellhound harus melepaskan sang bassis (dedi) setelah hellhound mengadakan launching album for whom you pray di maitrin, jakarta timur awal februari tahun lalu. Saat ini posisi dedi digantikan oleh Farizki (Ex-bassis Abatoar), dan selang beberapa bulan setelah Farizki resmi di hellhound, hellhound harus melepas Nofa dan digantikan oleh Habib (Ex-Vocal Dying Firaun). Formasi masuknya habib memberikan warna tersendiri dari segi musikalitas hellhound. Dalam album kedua ini juga hellhound mengajak vokalis Crystal Dream, Agnes meghan untuk berpartisipasi di album kedua dan untuk track mana yang diisi oleh agnes meghan masih menjadi rahasia publik.

Dengan formasi sekarang, Hellhound bermetamorfosa dari album pertama mulai dari konsep lirik hingga musikalitas. Dari segi musikalitas, hellhound sekarang lebih explore wawasan bermusik lebih wide lagi, jadi penggabungan masing-masing influence tiap kepala dijadikan satu ke materi baru hellhound, so jangan heran jika materi untuk album kedua memiliki nuansa riff-riff progressif, Thrash metal dan oldschool death metal namun tidak meninggalkan ciri khas hellhound yakni Neoclassical dan pastinya materi baru hellhound lebih 'raw' and 'wild', ungkap Andhika.

Sementara Itu, dari konsep lirik irul sang drummer turut ambil andil dalam penulisan lirik lagu, selain menulis lirik di album kedua, irul juga berpartisipasi menulis lirik di album for whom you pray. Dalam penjelasannya irul menjelaskan jika untuk di album For whom you pray lebih ke persona fiktifnya adalah persona "I" and "You", di album kedua ini saya mengeksploitasi mitos-mitos yunani kuno, dan beberapa dari mitos samawi/semetic (e.g Morning Star, Icarus, Helios) agar audiens bisa lebih liar lagi melampiaskan hasrat imajinasi mereka ketika mendengar lagu, membaca lirik, dan mengapresiasi artwork pada album kedua hellhound nanti. Bisa dikatakan juga, album kedua ini lebih menawarkan 'Cerita-cerita' daripada 'Ceramah', ungkap irul.

Sebagai salam pembuka, hellhound akan mengeluarkan dua lagu baru dengan konsep lebih menantang dan berbahaya melalui amunisi baru mereka. Dua lagu diantaranya adalah "Alpha impulse" & "Cosmic Tragedy" dan akan dirilis dalam bentuk fisik via brutal infection records. Alpha Impulse sendiri menceritakan tentang genesis manusia (fiktif) berawal dari pembebasan mereka yang dipimpin oleh ikarus tapi buat spoiler tambahan, masing - masing mitos pseudo pada lirik lagu tersebut nantinya diharapakan membentuk mitos kumulatif yang mampu menggoda audiens untuk menelusuri psikoanalisisnya freud juga jung. Cosmic Tragedy dari segi lirik bercerita tentang kejadian semesta yang tragis, atmosfirnya nihilist, memandang strata makhluk - makhluk fiktif di dalam lirik tak lebih dari sekedar pion pion di rantai makanan bahkan para dewa pseudonya, jadi selalu ada pemangsa di atas pemangsa teratas sekalipun. 

Sementara itu proses pengerjaan untuk dua lagu tersebut telah memasuki tahap 80 persen dan dipastikan bulan februari ini dua lagu tersebut siap dihadirkan. influence untuk album kedua ini hellhound lebih beragam, seperti Gorod, Psycroptic, Death, Beyond Creation, Allegaeon, dan Vital Remans.

Hellhound Formasi :
Habibi (Vocal), Sahirul (Drum), Farizki (Bass), Andika (Guitar), Budi (Guitar)

Hellhound Contact :
Facebook : Hellhound
Twitter : Hellhound_metal
Instagram : @Hellhound_dm
Phone : 085649102030


CD Review : Stride - Wild World

Depok bisa dibilang mampu melahirkan beberapa musisi hardcore ternama di scene music cadas tanah air, sebut saja Thinking Straight adalah salah satu nama yang cukup terkenal di skena musik hardcore. Tapi kali ini kami tidak membahas Thinking Straight melainkan band yang bisa dibilang tidak kalah menarik dari band tersebut yakni ada STRIDE. Stride merupakan band yang lahir di daerah depok, dan tepat akhir tahun lalu mereka baru saja menelurkan album penuh kedua bertajuk “Wild World”. Quartet hardcore depok ini beramunisikan Reza (vokal), Kicuy (gitar), Jaya (gitar), Dana (bass), dan Edo (Drum). Dalam album kedua stride, mereka menawarkan 11 track termasuk lagu milik Paper Gangster berjudul Realita yang mereka cover di urutan terakhir.

“High Voltage” seperti dari judulnya sendiri, nuansa hardcore bertegangan tinggi mulai mengancam di urutan pertama album wild world selama durasi satu menit tiga puluh detik ini. Track pertama tadi adalah intro sebelum kalian menjadi target keganasan stride lewat “Easy Target”, beat – beat hardcore khas negeri paman sam melekat di aransment music stride. Meski lagu tadi ga sampe dua menit dan cukup singkat, “Live or Dead” jangan dilewatkan begitu saja musikalitas dari stride di lagu tersebut. Semangat di track ketiga ini begitu kuat dan memacu adrenaline untuk membentuk pusaran moshing area dengan ending antara hidup atau mati melalui hantaman beatdown riff guitar yang mereka berikan. Menuju track ke empat, komposisi ketukan drum grindcore cepat di awal menjadi spirit untuk mendengarkan “Dengarkan Kami !!!”, dalam track ini stride turut dibantu Aca Straight Answer untuk segi vocal. “Pull That Break” distorsi bertegangan tinggi dari department guitar membuka track pull that break, karakter american hardcore masih menjadi bumbu utama stride melahirkan karya termasuk di lagu pull that break, berbeda dari track sebelumnya, dalam lagu ini Stride berani memberikan sedikit sentuhan melodic guitar sebagai penyempurna pull that break. Apa jadinya ketika vokalis hardcore seperti Ewin, Moegky, dan Qnoy menjadi satu dalam satu lagu, yah kalian wajib mendengarkan “One Voice” penggabungan beberapa karakter vocal dari outright, paper gangster, dan bestiality menjadi satu suara di track tersebut. “Deviation” riff gitar hard tune and good sound from bass still dominate on this track, karakter vocal yang variatif serta lebih easy listening dengan ga hanya mengandalkan kecepatan semata melainkan artikulasi vocal berusaha diucapkan dengan cukup jelas dalam Bahasa inggris. “Self-Possessed” dari segi permainan awal stride sudah mampu memancing adrenaline pendengar memanaskan kuping serta berheadbang, aroma jahat music hardcore ala stride semakin cepat dan menantang ketika memasuki durasi 1 menit 25 detik. Semakin jelang akhir track, Stride semakin menggila terutama melalui “Wild World”, Liar dan Ganas dua kata yang saya rasa cukup menggambarkan track ini. “Ghost Universe” tidak mengurangi kengerian seperti di lagu – lagu sebelumnya, track ke sepuluh ini juga jangan sampai dilewatkan begitu saja, penggunaan backing vocal yang sangat enak untuk didengar stride tawarkan di lagu ini. “Realita” menjadi track penutup di album wild world dimana Stride membawakan lagu milik Paper gangster berjudul Realita dengan kemasan berbeda, tentunya dukungan suara oleh Ali Speak Up menjadi nilai plus di track ke sebelas ini.

Secara keseluruhan nuansa American hardcore begitu melekat disetiap aransement stride buat di album wild world ini, kehadiran beberapa kawan vokalis dari hardcore ternama seperti outright, bestiality, dan paper gangster mampu menjadi hal yang menarik untuk didengarkan. Dari segi packaging, digipack karya stride album wild world sangat bagus dan berbeda dari digipack yang ada – ada. Travolt Records berhasil membantu memberi stigma positif kepada publik bahwa music hardcore di tanah air masih mempunyai pasarnya tersendiri, dan Stride menjadi wajib kalian miliki bagi pecinta music hardcore local.

Band : Stride
Album : Wild World
Asal : Depok
Label : Travolt Records
Durasi : 27:55 Menit
Rate : 9/10

Track List
1. High Voltage
2. Easy Target
3. Live of Dead
4. Dengarkan Kami !!!
5. Pull That Brake
6. One Voice
7. Deviation
8. Self-Possessed
9. Wild World
10. Ghost Universe
11. Realita (Paper Gangster Cover)




Sunday, February 7

Event : STAX Anniversary 8th & Launching Album "NEGARA HITAM"

STAX Proudly Present

8th Anniversary & 1st Launching Album "NEGARA HITAM"
February 28th, 2016
at Lapangan Parkir depan Stasiun Tanah Abang - Jakarta Pusat.

VOMITING :

- Nebucard Nezar (Sumpiuh Ngapak Death Metal)
- Democrazy (Cilacap Death Metal)
- Anastasya (Subang Gothic Metal)
- Suropati (Serang Gothic Metal)
- Brainsuck (Jakarta Grindcore)
- Miasma (Jakarta Death Metal)
- Dead Chromatix (Jakarta Death Metal)
- SABOR (Jakarta Nu Metal)
- Krematist (Jakarta Death Metal)
- Mortal Adullouis (Jakarta Pagan Black Metal)
- Libris (Tegal Black Metal)
- Blood Murder (Jakarta Brutal Death Metal)
- Besi Mati (Jakarta Brutal Death Metal)
- Wiralodra (Indramayu Gothic Black Metal)
- Batarakala (Jakarta Trash Metal)
- Acromatica (Jakarta Technical Death Metal)
- Of Cruel (Jakarta Technical Brutal Death Metal)
- Blorong (Jakarta Pure Metal)
- Autokatalis (Jakarta Death Metal)
- Infection Bleeding (Jakarta Deathgrind)

OPEN HELL :
09.00 - Till Drop

HTM :
30rb & 50rb (CD untuk 50 orang pertama)

INFO :
0838 7503 6485
021 9222 5763

SUPPORTED BY :
* IDDM
* B entertaiment
* J5UG
* Patblas Merch
* Brotherhood Jakarta Barat
* Jakarta Metalhead
* Klinik Bucek
* X-Trail Merch
* Kujang Keris
* Edelweiss Prod
* IRS Radio
* Garasi Hitam
* Methalia Merch
* Studio 29
* Parids Rise Prod
* Savetes Merch 
* Eastbreath Records
* Musik Bawah Tanah
* Xivirox Headbangers
* Busuk Webzine
* Xtreme Zine
* Caddazz Muzzik Indo
* Pasukan Jihad
* Movement Records
* Underground sync
* Hotang STAX
@infoinfogigs
@gigsmedia
@MediaKomunitas
@BandIndieZone
@Promosi_Indie
@DuniaIndie
@gigscorner
@JMF_Official
@jakartanetwork
@radiomusikindie
@acaramusikindie
@tongkronganloe
@Indie_Voices
@iheartgigsID
@SaveIndie

Event : ABHIRA Closing Tour Party

ABHIRA "Itihasa Purushartas" CLOSING PARTY JAVA - BALI TOUR

At Ubud Village, Ciledug - Tangerang
Sunday, February 28th 2016

With Special Friends :
- Panic Disorder
- Warhammer (Jogjakarta)
- Vision Decay (Tulungagung)
- Detritivor (Jogjakarta)
- Drop
- Social Black Yelling
- Karnak
- Rising The Fall
- Failed Virgin
- Fatal (Bali)
- Atrocious
- Chaosfury
- Jail
- Imperial
- Trudge

Ticket :
- Presale Rp. 25.000,-
- On The Spot Rp. 35.000,-

Need More Support & Media Partner

Info : 083870182505/2BA8AA95

MALANG DESTROYER #1

MALANG DESTROYER #1

13 FEBRUARI 2016
@GODBLESS CAFE 2 MLG

OPEN GATE
16.00 - DEATH

HTM 15 K

FEATURING :
FALLEN TO PIECES
SACRAMENT MURDER
SAVOR
HELLSOIL
STEP TO FIGHT
CHICKEN KIDS
THE TRUTH
TAKE THE RISK
CAKJUM HC
TORMENT MURDERER
SUNTIKAN MAUT
GAGAL GINJAL

SUPPORTED BY :
MUFFED
MAUREEN
SOUL STREET
AUDRY PASCAL
NOVE CUSTOM SHOES

MEDIA PARTNER :
PASUKAN JIHAD WEBZINE
KOALISI NADA
iHEART GIGS
SUAR MALABAR
ACARA MAHASISWA

GRAUSIG Persiapkan Album Penuh "Di belakang Garis Musuh"

Grausig, amunisi oldschool death metal asal jakarta ini sudah tidak asing lama namanya di telinga scene underground indonesia. Meski kerap gonta ganti formasi, grausig tetap bertahan diantara gempuran band - band death metal yang semakin banyak bermunculan saat ini. Band yang dimotori oleh Phuput (Vocal), Ivan (Guitar), Ewin (Bass), dan Denny (Drum) ini sedang disibukkan proses penyelesaian album penuh terbaru bertajuk "Di Belakang Garis Musuh".

Dua tahun lalu Grausig sempat merilis sebuah kunci jawaban atas karya selanjutnya yang dimuat dalam God's Replicated dengan menempatkan empat track di dalamnya. Dilansir melalui press releasenya Grausig menjelaskan "Full Album "Di Belakang Garis Musuh" ini akan memuat sembilan lagu yang mayoritas berlirik bahasa Indonesia, Pemilihan penulisan lirik bahasa indonesia bertujuan agar makna dari masing-masing lagu dapat lebih dimengerti dan dipahami oleh pendengar di Indonesia pada umumnya walaupun tidak menutup kemungkinan album penuh ini akan diedarkan juga di luar indonesia nantinya."

Untuk Proses pengerjaan "Di Belakang Garis Musuh" sendiri mulai dikerjakan sejak bulan November 2015 lalu dan diharapkan selesai pada bulan januari 2016. Dalam proses kali ini Grausig menggunakan dua studio berbeda yakni K Studio dan Three Sixty Studio Jakarta, hingga saat ini proses pengerjaannya pun telah memasuki tahap mixing dan dilanjutkan masteringnya, dan diharapkan 9 maret 2016 mendatang album Di Belakang Garis Musuh dapat siap diedarkan. Dari segi pengerjaan cover art, Grausig menyerahkan kepada sang artworker bernama Timbul Cahyono atau biasa dikenal sebagai Bvll Metal art.

DISCHOGRAPHY

- Feed The Flesh To The Beast – Ep. On Cassete. Graveyard Prod (1997) Colours Prod (Re-Release version 1998)
- Abandon, Forgotten and Rotting Alone – Lp.On Cassete. Independen Records/Aquarius Musikindo (1999)
- In The Name Of All Who Suffered And Died – Ep. CD Self Release (2013)
- Feed The Flesh Who Suffered And Died – Compilation on Cassete. Zim Zum Prod (2015)
- God’s Replicated – Single. CD Self Release (2014)

For further information about GRAUSIG please call :

GRAUSIG management
Mobile : 082310493663
Pin BB : 7DDF2139
E-mail : grausigmanagement.gmail.com

Cover art by BvllMetal Art



Tuesday, February 2

CD Review : Karnivora - Karnivora

Band muda dan berbahaya asal jember KARNIVORA berhasil menelurkan debut album perdana dengan tajuk “Self-title” dibawah naungan label Waar production tahun lalu. Album tersebut berisikan 10 track mematikan dan menghentak gendang telinga melalui racikan sadis mereka. Band yang dihuni oleh Fahmi (drum), Rendi (Guitar), Lukman (Bass), dan Fikri (Vocal) ini siap ikut meramaikan belantika industry music death metal di Indonesia bahkan mancanegara. Karya full album karnivora merupakan penantian mereka setelah sejak 2009 berdiri dan akhirnya melalui label waar production, karnivora berhasil melahirkan anak pertama.

Langsung saja tanpa panjang lebar, pasukan jihad akan mengulik karya karnivora di album perdana mereka bertajuk karnivora juga. Jika melihat dari covernya, kalian pasti dapat memastikan aroma brutal death metal rasa nusantara akan ditemukan di album tersebut. Sound vocal mencekam Bahasa Madura oleh choidar rowhide berhasil membuat suasana semakin brutal di bagian intro “Celurit Tajam”, hantaman aroma blasting drum cepat mulai diciptakan dengan beberapa sentuhan riff groovy dan vocal growl yang enak didengar, ga hanya bermain cepat, komposisi musikalitas serta aransemennya pun di track pertama ini cukup memikat. Tidak berhenti disitu saja, pukulan blasting drum fahmi siap memotong telinga lewat “Potong Tenggorok” and vocal guttural technic fikri is awesome, permainan cerdik dari karnivora adalah mereka mampu menempatkan riff slamming groovy untuk pendengar berheadbang setelah digempur nada – nada cepat. “Curse of The Wolf Instinct” style oldschool death metal di department drum membawa kalian ke 90an, selain itu riff – riff gitarnya yang terasa berat lebih jelas terdengar di track ini. Ga kalah liar dari track sebelumnya “Bleeding Wounds” masih tetap sebrutal dari sebelumnya dan tetap aroma groovy tetap menyelimuti ruang distorsi bising kuping saya. Jika sebelumnya lebih mengarah ke oldschool brutal death metal, sound – sound di lagu “T.H.C” terasa lebih modern dan seperti biasanya gempuran hyperblasting beruntun fahmi serta riff guitar cepat tetap mendominasi. Next song sang bassist lukman mengawali kebisingan lewat sentuhan bassnya di lagu “Further Atrocity” dan sampai lagu tersebut aroma brutal death metal ala quantet jember ini masih memacu adrenaline untuk menikmati setiap aransement yang dihasilkan oleh mereka, bahkan track “Carrion Piercer” komposisi brutal death metal with guttural voice yang bajingan tetap jadi nomor yang ga bisa dilewatkan begitu saja ketika band milik Sebastian bach yang tergabung dalam skid row dicover oleh karnivora melalui lagu “Slave To The Grind”. Di lagu tersebut karnivora sedikit menyempatkan nada asli dari lagu slave to the grind namun lebih dominan khas karnivora sendiri dengan memadukan brutal death metal bersama beberapa bar ketukan thrash. Belum beranjak dari area kebrutalan dan kebisingan yang dilakukan karnivora, track “Tutorial Massacre” tidak kalah memukau dan “Nocturno ; Descendo” menjadi track klimaks di album karnivora dimana tanpa basa basi lagu komposisi music brutal death mulai dimainkan di detik pertama, masuk di tengah – tengah lagu kalian akan disuguhkan suara – suara backing vocal atas bantuan Dayat, Fikri, Fahmi, dan Lukman.

Well, secara garis besar lagu demi lagu di album karnivora memiliki intensitas tinggi aroma brutal death metal dipadu riff – riff groovy, hyperblasting drum cukup stabil serta olah vocal guttural yang sangat serasi dengan department lainnya. Untuk cover artnya sendiri saya rasa ini menjadi cover art brutal death metal dengan cita rasa nasional, karena unsur – unsur ksatria asal jawa dengan menggenggam celurit tajam khas Madura dan sosok dibalik art tersebut dikerjakan oleh byz artwork.

Band : Karnivora
Album : Karnivora
Asal : Jember
Label : Waar Production
Code : WP011
Rate : 9/10

Track List
1. Celurit Tajam
2. Potong Tenggorokan
3. Curse of the wolf instinct
4. Bleeding Wounds
5. T.H.C
6. Further Atrocity
7. Carrion Piercer
8. Slave to the grind (Skid row Cover)
9. Tutorial Massacre
10. Nocturno ; Descendo




DIVIDE Ceritakan Efek Buruk Narkotika Lewat "Darah Biru"

Source Photo : Divide Fanspage
Divide, unit post-hardcore asal jakarta selatan ini baru saja melepaskan sebuah single ketiga mereka berjudul "Darah Biru" pada akhir januari lalu. Band yang digawangi oleh Dhenaldi Savirio (Lead Vocal), Danindra Kamil (Clean Vocal), Kreshna Narendra (Lead Guitar), Willfred Nugroho (Bass), Fikrie Handoko (Guitar), dan Rahmat Prabowo (Drum) ini juga sedang disibukkan penyelesaian album terbaru yang kabarnya bakal dirilis pada bulan maret mendatang. Namun kabar yang terdengar, title albumnya masih dirahasiakan akan tetapi tiga single mereka yang berjudul  Downfall : The Beginning, Kingslayer, Darah Biru akan masuk dideretan track list album terbaru Divide.

For Your information, Divide menjelaskan bahwa darah biru menceritakan tentang teman, sahabat, keluarga yang terjerumus menggunakan narkotika. Darah biru ini tidak menceritakan efek buruk pada kesehatan namun lebih ke bagaimana seseorang yg menggunakan itu akan terganggu hidupnya dan juga kehidupan sosialnya. Yg kita highlight di Darah Biru ini adalah bagaimana seseorang mulai rusak pola pikirnya sehingga rela melakukan apa saja demi bisa menikmati narkotika ini, seperti berkhianat dan lain-lain.

Single Darah biru mereka rilis dalam bentuk video clip berdurasi 4 menit dengan konsep gelap tanpa cahaya warna warni, sesuai dengan makna lirik darah biru yaitu seseorang yang terpuruk dalam kegelapan narkotika. secara musikalitas sendiri, di lagu darah biru divide lebih bermain santai dan tidak banyak menggunakan riff - riff guitar cepat dan berdistoris tinggi seperti di lagu sebelumnya kingslayer.




Monday, February 1

CD Review : Altar Scream - Merah Putih

Bertahan dibelantika music cadas tanah air hingga dua decade bukan perkara mudah bagi sebuah band, namun altar scream sukses mempertahankan bandnya sejak 1996 sampai sekarang walapun sempat bongkar pasang personil saya rasa itu hal yang wajar. Meski saya terbilang baru mengenal band ini, akan tetapi sebuah biografi lengkap mengenai altar scream yang terdapat di cd merah putih menjadi wawasan tersendiri untuk mengetahui latar belakang mereka awal terbentuk hingga siapa – siapa saja yang pernah mengisi line up altar scream dari masa ke masa. Sampai saat ini, formasi altar scream dihuni oleh Nakem (Guitar / vocal), Alvay (Drum), Ako (Lead Guitar), dan Jaya (Bass).

Tanpa panjang – panjang menceritakan latar belakang mereka, lebih baik kalian simak sedikit ulasan singkat mengenai karya altar scream dalam merah putih. Seperti pada title album, track pertama berjudul “Merah Putih” kental terasa aroma nasionalis mulai dari intro padamu negeri hingga lirik yang disampaikan, secara komposisi musikalitas altar scream masih belum bisa move on dari permainan era 90an namun tetap dengan kualitas sound lebih sempurna, lead guitar melodic mengawali part keliaran altar scream di lagu pertama ini. “kemerdekaan Semu”, dilansir melalui tulisan pendek di dalam cover cd menjelaskan track kedua ini menceritakan perjalanan bangsa Indonesia paska kemerdekaan. Dimana situasi dan kondisinya tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Sementara itu dari segi music, track kedua ini altar scream tetap memadukan antara thrash metal easy listening dipadukan lantunan melodic guitar yang merdu namun tetap berenergi. “Badut Tua”, berbeda dari track sebelumnya track ketiga sedikit bermain lebih cepat dari segi tempo permainan bahkan riff guitar melodic ako lebih power full. Secara lirik sendiri, badut tua berkisah tentang pemimpin – pemimpin yang bermuka dua dimana apa yang kita lihat dengan apa yang mereka lakukan tidak sesuai dalam arti sebuah kepemimpinan yang haus akan harta dan kekuasaan. “Amarah Terpendam” masuk deretan ke empat, komposisi bermain cepat oldschool thrash metal masih sedikit terasa meski di tengah – tengah lagu ini altar scream beberapa bar menurunkan tempo permainan, masih tidak ketinggalan riff melodic membahana selalu menjadi ruang memukau untuk didengarkan. Dilihat dari judul lagunya “Total Rusuh”, altar scream menjawab bahwa lagu ini akan rusuh dimana sentuhan melodi gitar lebih dominan mengisi arena permainan di lagu tersebut. “Halusinasi” jika kalian dibeberapa lagu sebelumnya baru menemukan riff melodic dipertengahan, berbeda dengan lagu ini, di awal dan di pertengahan sang gitaris siap menyuguhkan racikan melodinya di lagu halusinasi yang akan mengantarkan kalian sedikit berhalusinasi menikmati keliaran permainan altar scream. Altar scream akan mengajak kalian berpesta melalui “Pesta Thrash”, secara komposisi permainan mereka masih konsisten berada di jalur distorsi mematikan dengan ga hanya sekedar tempo cepat tapi juga artikulasi vocal diperhitungkan, dan saya rasa altar scream sukses menggelar pesta thrash di track ke tujuh ini. The final track from Merah putih, “Revolusi” mulai detik pertama telah menunjukkan riff melodic, dan tidak bisa dipungkiri riff – riff melodic, pukulan oldschool thrash metal, serta pengucapan vocal yang jelas tetap kuat tidak kendor sampai track terakhir.

Well, secara garis besar track demi track karya altar scream di album merah putih memiliki sound yang enak untuk didengar melalui indra pendengar kalian, selain itu aransement tiap tracknya selalu menempatkan sisi melodi guitar, riff – riff hard tune, artikulasi yang jelas dari sang vocalis, serta ketukan drum yang bervariasi. Selain itu, untuk segi cover art altar scream berhasil memadukan antara title dengan art hingga jadilah konsep nasionalisme di album ini, cover art dikerjakan oleh Virman susilo carnaby.

Band : Altar Scream
Album : Merah Putih
Genre : Thrash Metal
Label : Radeath Kingdom
Code : RK001
Rate : 9/10

Track List
1. Merah Putih
2. Kemerdekaan Semu
3. Badut Tua
4. Amarah Terpendam
5. Total Rusuh
6. Halusinasi
7. Pesta Thrash
8. Revolusi



Friday, January 29

CD Review : Vision Decay - Perang Mesin Pembantaian

Kota tulungagung meski belum banyak melahirkan band – band death metal berbahaya dimata nasional, coba tengok lah sebentar ke kota ini dan silahkan berkenalan dengan VISION DECAY. Komplotan musisi death metal asal tulungagung ini baru saja tahun lalu melepaskan sebuah debut album penuh perdana bertajuk Perang Mesin Pembantaian dan dirilis secara self-release. For your information, band yang beranggotakan Afdonea (vocal), Feri (Guitar), Dani Kusuma (Bass) dan Yosafat (drum) ini akan dirilis kembali album perdana mereka dibawah naungan label Brutal Infection Records. Kali ini pasukan jihad akan sedikit mengulik materi mereka di album perang mesin pembantaian, album tersebut berisikan 10 track dengan satu cover lagu warkop dki berjudul bakumbakero.

Intro hening dan kelam membuka lembaran “Jiwa-jiwa yang terbuang”, track pertama ini merupakan sebuah intro dengan beberapa riff-riff progressive guitar oleh feri, durasi 3 menit kami rasa masih aman untuk sekedar intro pemanasan sebelum menuju track selanjutnya. “Dendan Darah Pengkhianat”, dari department drum yosafat cukup memiliki variasi ketukan ga cuma sekedar hyperblasting tapi juga permainan tempo hentakan double speed bass drum yang beberapa memiliki intensitas kecepatan super juga dihadirkan, selain itu sentuhan melodi singkat oleh feri mampu memberi cita rasa tersendiri di track kedua ini. “Lingkaran Hitam Konspirasi Sesat” meski belum ada hal menarik, di track ini vision decay tetap konsisten menggunakan komposisi seperti di lagu pertama. “Doktrinasi Ideologi Radikal”, tempo yang dihasilkan cukup beragam, vision decay ga cuma sekedar memainkan tempo cepat saja, dari karakter vocalpun afdonea memadukan antara vocal growl dan scream di track ke empat ini. “Sabda Dursila” aroma progressive semakin kental terasa melalui sabda dursila, aransement yang menarik disini ditengah – tengah lagu mereka sedikit menurunkan tempo untuk berheadbang dan sampai pada akhirnya menuju menit akhir kembali dipercepat permainan mereka. “Perang Mesin Pembantaian” penciptaan karakter music yang menarik, afdonea kembali memadukan low growl dikombinasikan scream vocal. Intro lebih dari 1 menit nuansa perang gaza sedikit mereganggkan telinga, “Api Abadi Tanah Gaza” agresifitas vision decay tetap berapi-api, blasting drum ngebut diiringi sang gitaris tetap menjadi komposisi utama aransemen music vision decay namun beberapa part mereka menurun kadar tempo. “Pesta Pora Liar”, dua track menuju akhir album perang mesin pembantaian, vision decay tetap liar dengan kompisisi progressive death metalnya yang memikat pendengar metalhead. “Jagad Raya Murka”, sebagai penutup lagu ini dapat menjadi klimaks sebuah murka dari vision decay jika dilewatkan, teknik guitar djent serta blasting membunuh masih terasa di lagu ke Sembilan tersebut. Di urutan terakhir, vision decay mengcover salah satu lagu group comedian terkenal yaitu warkop dki yang berjudul Bakumbakero dengan aransemen karakter vision decay.

Well, komposisi yang menarik dari setiap department music guitar, bass, vocal, dan drum track demi track sangat memikat telinga saya. Permainan cepat, skill yang berbahaya serta artikulasi vocal yang jelas membuat album perang mesin pembantaian layak berada di rak koleksi cd album kalian. Armada progressive death metal asal tulungagung ini telah membuktikan bahwa death metal dari kota yang masih jarang dieksposes pun mampu berada di deretean death metal yang diacungi jempol. Selain itu cover art karya dee artwork, sangat menarik dilihat dan saya rasa mampu menjadi nilai plus sebelum mendengarkan secara keseluruhan materi di album perang mesin pembantaian.

Band : Vision Decay
Album : Perang Mesin Pembantaian
Asal : Tulungagung, Jawa Timur
Rate : 9/10

Track List
1. Jiwa - Jiwa Yang Terbuang
2. Dendam Darah Pengkhianat
3. Lingkaran Hitam Konspirasi Sesat
4. Doktrinasi Ideologi Radikal
5. Sabda Murka
6. Perang Mesin Pembantaian
7. Api Abadi Tanah Gaza
8. Pesta Pora Liar
9. Jagad Raya Murka
10. Bakumbakero (Warkop DKI Cover)

Thursday, January 28

Konsistensi dan Pembuktian Diri Valerian dibuktikan melalui "Stardust Revelation"

Valerian band power metal asal kota pahlawan ini terbilang band lama, satu dekade bertahan di dunia musik underground bukan waktu yang singkat dan mereka akan membuktikan eksistensi serta konsistensi diri mereka melalui album penuh terbaru bertajuk ''Stardust Revelation". Valerian sendiri pernah bergabung dalam sebuah kompilasi Indonesian Power Metal Compilation tahun lalu bersama band lainnya seperti Blodwen, Lord Symphony, Lentera dan masih banyak lagi.

Melalui press releasenya yang masuk ke redaksi kami, valerian menjelaskan di 2016 ini tepatnya di tanggal 20 Februari VALERIAN siap menghentak dan memanjakan telinga pendengarnya dengan Release Nya album terbaru mereka “Stardust Revelation” via Interlude Records dalam format Audio CD sekaligus menjadi pembuktian dari 12 tahun konsistensi VALERIAN. Dimana dalam album tersebut terdiri dari 10 Track yang potensial yang powerful dengan nada yang ear catchy dan penuh dengan hentakan-hentakan khas dari musik VALERIAN. “Glorius anthem” Adalah Single Utama Andalan VALERIAN dalam album Stardust Revelation ini dimana proses video clip nya telah rampung dan akan segera dipublikasikan,serta sebagai pesta peluncuran albumnya dalam waktu tidak lama lagi VALERIAN akan menggelar konser release party album mereka dengan tempat dan tanggal yang akan di umumkan dalam waktu dekat. Dengan Di release nya album terbaru, VALERIAN berharap dapat memberikan warna tersendiri dalam dunia musik metal di tanah air, lewat Komposisi, aransemen musik khas VALERIAN dan tak lupa Act Performance nya yang khas di tiap stage atau event.

Track List Stardust Revelation
1. Awakening of the Fallen One
2. Symphony of Endless Desire
3. In Your Hand
4. Stardust Revelation
5. Heroes Land Odyssey
6. Elegy of the Unspoken Words
7. Sinner's Euphoria
8. My Everlasting
9. Glorious Anthem
10.The Triumphant





Wednesday, January 6

Human Autopsy Tampakkan Single Baru Menuju Debut Album

Source Photo : Human Autopsy Doc.
Human Autopsy salah satu peluru tajam musik deathcore asal pulau dewata bali ini tersiar kabar akan menelurkan sebuah debut album perdana bertajuk 'Ruincarnation'. Band yang banyak terinfluencekan whitechapel ini baru saja menampakkan salah satu single bertajuk 'Dioxide Of Modernization' sebagai bahan review kepada publik bagaimana segi musikalitas mereka yang akan disajikan di album ruincarnation nanti. Album Ruincarnation sendiri rencananya akan dirilis dalam bulan januari ini melalui label Trill/Cult Records. 

Human autopsy sendiri resmi terbentuk tahun 2010 dengan formasi line up saat ini ada Trie (Vocal), Yusda (Bass), Adit (Drum), Patra (Guitar), dan Mangku (Guitar). Dioxide of Modernization berceritakan tentang situasi dimana masyarakat diperbudak oleh jaman maupun teknologi yang ada, sehingga manusia menjadi individu yang tidak peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Single tersebut dapat kalian bebas unduh melalui kanal soundcloud yang ada dibawah artikel ini.




Tuesday, January 5

Jehovah The Satyr - Sukabumi Melodic Death Metal

Source Photo : Jehovah The Satyr Docs.
Jehovah The Satyr ditemukan saat kelas pagi hari di sekolah menengah pertama, pada saat usia belasan dan masih gencarnya mimpi basah. Sebuah obrolan ringan sekelompok remaja tanggung memperkuat niat mengikuti pentas seni sekolah kala itu. Dimulailah cerita itu, yang mana cikal bakal sebuah kelompok musik Blossom Flower Die. Begitulah nama awal sebelum kami terus mendewasakan diri, entah itu dengan film dewasa ataupun dengan masalah cinta. Sebagian kawan-kawan yang kenal, seringkali menyunat nama Blossom Flower Die menjadi BFD. Pertama masuk studio, BFD memainkan musik-musik band yang ada di playlist hape dan PC masing-masing personil. Gagasan untuk pentas seni selanjutnya membawa BFD ke tingkat yang lebih serius lagi. Hobi memanglah hobi, akan tetapi keseriusan telah menjadi-jadi. Maka, terbentuklah kenekatan membesarkan band yang telah membuat hidup jadi jauh lebih keren dibanding cuma nongkrong di kantin sekolah. Singkat kata, kelompok remaja ini ketagihan main band.Di masa awal, BFD mengusung Post-Hardcore. Ketika itu, di Sukabumi, tempat personilnya lahir dan menggagas band, musik Post-Hardcore jarang bergaung. Apalagi saat itu kebanyakan orang masih sinis dengan musik emosional ini. Begitupun dengan personil BFD yang hobi menentang mainstream. BFD meminang lima orang personil; Ridwan sebagai pencanang ritmis, Blenk sebagai pendawai satu, Fikri sebagai pendawai dua, Eja sebagai pendentum bass, Agi sebagai penyanyi geram. 

Setelah mantap menjajalkan diri di kerumunan moshing, tepatnya setelah beberapa tahun berselang, BFD berevolusi menjadi pengusung Deathcore. Alasan terkuat berpindah genre ini adalah musik Post-Hardcore telah banyak dimainkan di kota BFD berada, dan Deathcore masih jarang saat itu. Seluruh personilnya secara tiba-tiba mengajak teman semasa SMP-nya dulu, Eka sebagai tukang teriak. Dia mampu melengkapi BFD.Demo pertamanya berjudul “Arrogant Circus” direkam di penghujung tahun, ketika BFD duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Akhir. Sebuah lagu dari sekian banyak lagu yang berhasil diselamatkan. Modal satu demo ini digunakan sebagai pengenalan kepada khalayak dunia nyata ataupun maya. Bahkan, lagu ini telah memaksa didengarkan di radio selama sebelas minggu berturut-turut di radio lokal. Cipta nekatnya mengantarkan BFD ke berbagai event dan gigs, maupun juga tawaran menggiurkan yang sebagian besar BFD tolak menyangkut alasan yang rumit. Dan seiring dengan berakhirnya masa sekolah, BFD pun vakum menahun.Kesibukan melanda masing-masing personil BFD dan rentan miskontak. Di satu sesi, semua anggota pernah berhasil dikumpulkan dengan maksud reuni. Tapi anehnya, tak pernah membicarakan band lagi. Maklum, satu tahun setengah sejak pernyataan vakum telah merubah pribadi masing-masing. Berbeda dengan Ridwan yang masih menyimpan antusias dan dedikasi terhadap band. Akhirnya Ridwan pun memberanikan diri mengajak seluruh personil untuk mulai lagi. Dalam keadaan canggung, Eja, Agi, dan Eka lebih memilih mensupport sepenuhnya tanpa terikat dalam kelompok lagi. Artinya tinggal Ridwan, Blenk, dan Fikri yang akan melanjutkan kisah bermusik ini.Dikarenakan tinggal tiga orang yang tersisa, bergantilah nama tersebut menjadi Jehovah The Satyr. Nama Jehovah The Satyr hanya terjadi begitu saja saat personilnya senang berkata absurd. Jehovah The Satyr memiliki makna sindiran untuk mereka yang menyelewengkan kepercayaan. Tetapi, bagaimanapun, suatu saat nanti akan ada orang yang mampu memaknai nama Jehovah The Satyr. Meskipun personilnya tak yakin akan ada yang mau membuang waktunya hanya untuk memaknai nama itu.Awalnya, nama Jehovah The Satyr digunakan untuk band Deathmetal sampingan tiga personil BFD: Ridwan, Blenk, Fikri, ditambah seorang vokalis rumahan yang usianya jauh lebih muda dari tiga lainnya. Namun, embel-embel sampingan terbukti dikesampingkan, dan pada akhirnya, ketika tiga personil BFD ingin memulai lagi, nama Jehovah The Satyr-lah yang digunakan. Pergantian nama diwujudkan demi penghormatan kepada sisa personil BFD (Eja, Eka, Agi) yang sekarang mempunyai kehidupan baru.Boleh dibilang, Jehovah The Satyr adalah mitra dendang yang mengusung nada ketidakwajaran. Musiknya sulit dipahami namun mudah dinikmati. Secara tabiat dan harfiah, Jehovah The Satyr memainkan musik Melodic Deathmetal. Namun persepsi setiap pendengar tak melulu sama. Jadi, Melodic Deathmetal hanyalah formalitas, dan yang sebenarnya Jehovah The Satyr mainkan adalah musik yang terlalu lembek dari Deathmetal, dan terlalu cepat untuk metal. Silakan asumsikan sesuai selera masing-masing.Untuk posisi frontmant, ketiga personil ini mempercayakan kedapa Nendi sang biduan yang mampu menyambi semua jenis geram-teriak. Nendi adalah seorang solois Deathcore yang dikenalkan oleh pemilik studio rekaman, sewaktu Jehovah The Satyr merekam lagu Protagonist. Demo Protagonist ini telah menandakan kelompok musik sialan ini masih hidup. Sekaligus penanda salam kepada mereka yang masih mau mengakuinya.

Jehovah The Satyr Line Up :
Nendi Oktavian (Vocal)
Andi Chakra Ramadhan (Guitar)
Muhammad Fikri Nugraha (Guitar)
Ridwan Maulana (Drum)

Jehovah The Satyr Contact Person :



 
Back To Top
Copyright © 2014 Pasukan Jihad. Designed by OddThemes